segelasbersama.blogspot.com
Kamis, 07 Juni 2012
ABNORMAL
PERILAKU ABNORMAL
Dalam pandangan psikologi, untuk menjelaskan
apakah seorang individu menunjukkan perilaku abnormal dapat dilihat dari tiga
kriteria berikut:
1. Kriteria Statistik
Seorang individu dikatakan berperilaku abnormal apabila menunjukkan karakteristik perilaku yang yang tidak lazim alias menyimpang secara signifikan dari rata-rata, Dilihat dalam kurve distribusi normal (kurve Bell), jika seorang individu yang menunjukkan karakteristik perilaku berada pada wilayah ekstrem kiri (-) maupun kanan (+), melampaui nilai dua simpangan baku, bisa digolongkan ke dalam perilaku abnormal.
Seorang individu dikatakan berperilaku abnormal apabila menunjukkan karakteristik perilaku yang yang tidak lazim alias menyimpang secara signifikan dari rata-rata, Dilihat dalam kurve distribusi normal (kurve Bell), jika seorang individu yang menunjukkan karakteristik perilaku berada pada wilayah ekstrem kiri (-) maupun kanan (+), melampaui nilai dua simpangan baku, bisa digolongkan ke dalam perilaku abnormal.
2. Kriteria Norma
Perilaku individu banyak ditentukan oleh
norma-norma yang berlaku di masyarakat, – ekspektasi kultural tentang
benar-salah suatu tindakan, yang bersumber dari ajaran agama maupun kebiasaan-kebiasaan
dalam masyarakat , misalkan dalam berpakaian, berbicara, bergaul, dan berbagai
kehidupan lainnya. Apabila seorang individu kerapkali menunjukkan perilaku yang
melanggar terhadap aturan tak tertulis ini bisa dianggap sebagai bentuk perilaku
abnormal.
3. Kriteria Patologis
Seorang individu dikatakan berperilaku
abnormal apabila berdasarkan pertimbangan dan pemeriksaan psikologis dari ahli
menunjukkan adanya kelainan atau gangguan mental (mental disorder), seperti:
psikophat, psikotik, skizoprenia, psikoneurotik dan berbagai bentuk kelainan
psikologis lainnya.
Kriteria yang pertama (statististik) dan kedua
(norma) pada dasarnya bisa dideteksi oleh orang awam, tetapi kriteria yang
ketiga (patologis) hanya bisa dilakukan oleh orang yang benar-benar memiliki
keahlian di bidangnya, misalnya oleh psikolog atau psikiater.
Ketiga kriteria tersebut tidak selamanya
berjalan paralel sehingga untuk menentukan apakah seseorang individu
berperilaku abnormal atau tidak seringkali menjadi kontroversi. Misalkan,
seorang yang melakukan kehidupan sex bebas. Di Indonesia, perilaku sex bebas
bisa dianggap sebagai bentuk perilaku abnormal, karena tidak sesuai dengan
norma-norma dan nilai-nilai yang disepakati dan juga tidak dilakukan oleh
sebagian besar masyarakat Indonesia, tetapi di Swedia dan beberapa negara Barat
lainnya bisa dianggap sebagai bentuk perilaku normal, karena masyarakat di sana
mengijinkannya (permisif) dan sebagian besar masyarakat di sana melakukan
tindakan sex bebas. Sementara, menurut kriteria patologis pun mungkin saja
tidak akan dianggap sebagai bentuk perilaku abnormal selama yang bersangkutan
masih mampu menunjukkan orientasi dan objek sexual yang normal alias tidak
mengalami psikosexual neurosis.
Bagaimana dengan perilaku korupsi di Indonesia?
Silahkan saja berikan komentar Anda!
Seringai
Seringai Siap Keluarkan Taring
Seringai, band rock yang bertanggung jawab atas teriakan para serigala militia yang sudah rindu auman pemimpinnya ini mengeluarkan Press Release di akun Facebook mereka. Isinya adalah tentang pengumuman bahwa mereka siap mengeluarkan album baru bertajuk 'Taring'. Pemilihan judul album ini, menurut Arian sang vokalis, adalah karena kesesuian dengan nama band mereka.Seringai menjanjikan bahwa di album kali ini mereka akan kembali menghajar kuping pendengarnya dengan musik heavy-rock dan metal. Sejumlah judul lagu pun mereka bocorkan, di antaranya berjudul “Dilarang di Bandung”, “Tragedi”, “Infiltrasi”, “Lagu Lama”, “Serenada Membekukan Api”, dan juga “Taring”. Tema yang diusung pada departemen lirik pun masih akan berkutat soal kritik sosial dan berbagi pemahaman atau sudut pandang lain dalam mendobrak tatanan yang mereka kecam. Hanya saja Arian mengatakan dalam press release mereka bahwa akan ada satu lagu bercerita tentang badass, karakter favoritnya di Star Wars!
Lima tahun merupakan waktu yang cukup lama untuk membuat para Serigala kebingungan mencari arahan. Meski gigs demi gigs tetap mereka sambangi, band sekelas Seringai butuh pendobrak yang lebih menohok untuk mengajak para Serigala Militia untuk bersatu dalam barisan. Mengaum keras-keras dan menikmati musik rock dengan cara yang seharusnya. Dan kini waktu yang dinanti sudah dekat. Arian 13, Ricky Siahaan, Sammy Bramantyo, dan Khemod selaku pemberi komando garda depan sudah mengisyaratkan auman. Para Serigala siap menyerang kapan pun pelatuk ditarik oleh sang komandan.
INILAH PENGHANCUR DARI MAKASAR
Pergantian personil hingga rasa jenuh salah satu hal yang tidak terpisahkan dari sebuah Band. Band yang lahir dari ajang festival tahun 1996, dengan salah satu anggotanya Idol, mengatakan. Bahwa Hingga saat ini ia masih berada dalam posisi aktif dan stabil.
Awalnya Critical Defacement terbentuk tahun 1996 lalu melalui festival yang sering diadakan di kota makassar. Idol dan iwan pun sapakat untuk memantenkan nama band tersebut pada tahun 1998 yang pada saat itu, ada Fatur(Gitar I), Callu(Drum), Iwan(Gitar II), Fat(Bass), Idol(Vokal)
Album mini yang berjudul ‘Castle Nastigation’ di muntahkan Pada tahun 2000, sebagai pertanda bahwa di makassar, Death Metal juga punya pengaruh dalam musik Underground pada waktu itu. Berselang setahun, Nathan, Callu, Iwan dan Fat, terpaksa harus meninggalkan band ini. Tepatnya tahun 2002, band yang telah membesarkan namanya di dunia Underground makassar mereka tinggalkan karena kesibukan ke 4 personilnya, otomatis Idol hanya tinggal sendiri untuk bisa tetap eksis di jalur Death Metal.
Sesuai dengan urutan zaman, Critical Defacement tidak termakan oleh usia karena band yang menganut genre ‘Death Metal’ ini merupakan generasi pertama di kota makassar. Lanjut Idol, Band seangkatannya pun satu per satu telah tumbang, yaitu Casabandia(Death Metal), Mortuary(Black Metal), Death Forum(Death Metal), Funeral Light(Black Metal) hingga Buldozer(Death Metal).
Pertengahan tahun 2002, Nathan pun langsung di daulat untuk bisa mengisi posisi gitar yang telah di tinggalkan oleh seniornya, dan Artur pada posisi Bass serta Nandar pada Drum. Lengkap lah sudah personil Band yang mengusung Anti kemapanan, Politik dan sosial hingga pembunuhan yang kejam serta sodomi.
Band yang telah gonta- ganti personil ini tetap aktif mengikuti acara-acara festival di makassar, seperti. Bleeding Sound I dan II, Rock Milleniuum, Extreem Metal Safari, Makassar Bersatu Part I. Bandung Berisik(Bandung), After Marth(Jakarta), Garut Death Festh(Garut).
Memasuki tahun 2006, pergantian personil kembali lagi terjadi dalam tubuh Critical Defacement, Ical masuk menggantikan Nathan, Bachri menggantikan Nandar serta Hendrik masuk menggantikan Artur.
Band yang berkiblat pada genre yang sama yaitu Dying Fetus dan Napalm Death ini masih yakin kalau mereka belum habis. lanjut Idol, akhir 2009 Lio(Gitaris/Unremains) di tasbihkan untuk mengisi posisi gitar yang lagi-lagi di tinggalkan oleh pendahulunya. Tahun 2010, Critical Defacement menelurkan album ke 2, dengan judul ‘Bastard Opcenetion’, sekaligus menguji kemampuan para personil baru yang telah berganti 3 kali dalam kurung waktu 7 tahun.
Hingga sekarang Critical Defacement masih bisa terus menikmati udara kesejukan dari death metal, itu karena Idol merupakan satu-satunya personil yang masih aktif dan konsisten dalam bentuk idealisme yang berwujud pada ideologi dalam kancah permetalan selama 13 tahun mengibarkan bendera Death Metal. Lanjut Idol, pentolan dari ‘Critical Defacement, jika ingin bertahan dalam dunia musik Underground yang bersifat Indie Label, kita harus lebih bisa menghargai karya musik sendiri. Cintai musik kamu sendiri seperti kamu mencintai diri kamu sendiri.
Burgerkill Kejar Tayang Demi DVD Barunya
Burgerkill kejar tayang demi DVD barunya
Setelah belum lama ini merampungkan video klip “Under The Scars”, band metalcore asal Ujung Berung, Bandung, Selasa (14/2) melaksanakan syuting untuk klip “Through The Shine”.
Syuting yang mengambil tempat di salah satu mall di kota Bandung tersebut memiliki konseplive performance dari Burgerkill. “Konsepnya sendiri lebih ke live band, cuma kita lebih banyak main di extreme close up”. Ujar Rizky Adiputera,Director dari Cermin Creative House.
Menurut Eben, gitaris dari Burgerkill, klip “Through The Shine” ini nantinya divisualisasikan tentang penderita HIV. “Tapi kita ambil dari sudut bukan drug user tapi lebih ke free sex, jadi lebih kepada apa yang dialamin sama talent, ada pesan-pesannya tersendiri”. Ujarnya.
Syuting klip ini berkaitan dengan proyek dvd-nya Burgerkill berjudul “We Will Bleed”. Yang direncanakan rilis paling lambat bulan April mendatang. “Rencananya kita akan merilis dalam format double dvd, satu dvd dokumenter perjalanan burgerkill dari tahun 2005 sampai tahun 2010, dvd satunya lagi 10 video klipnya burgerkill dari album berkarat sampai dengan album yang paling baru, termasuk empat videoclip baru yang belum pernah dipublish, salah satunya adalah under the scars dan through the shine ini.” jelas Eben yang menyutradai sendiri dvd dokumenter ini.
Sementara film dokumenternya masih dalam proses editing, Burgerkill menggeber pengerjaan beberapa klip berikutnya, Seperti “An Elegy” dan “House Of Greed” yang berkonsep animasi. Eben mewakili Burgerkill berharap bahwa produk ini nantinya dapat memberi kontribusi positif, khususnya untuk SceneKota Bandung. Rencananya dvd “We Will Bleed” ini nantinya akan dirilis juga di Australia.
Sumber: www.xtreme-zine.com
Bersimbah Darah Launching Album di BDF #5
Bersimbah Darah Launching Album di BDF #5
INILAH salah satu alasan kenapa kita tidak boleh melewatkan hajat Bandung Death Fest edisi kelima. Ada empat band luar kota yang bakal menebar kehangatan di Stadion Angkasa, Lanud Sulaeman, Minggu (27/11).
Salah satunyaBersimbah Darah dari Bali. BDF #5 dipastikan jadi ajang persinggungan massal perdana buat Bersimbang Darah dengan scene Bandung Underground. Dan pada kesempatan pertama ini mereka berjanji menyuguhkan sesuatu yang sangat istimewa. Kebetulan mereka baru saja merampungkan album perdana yang diberi titel Land of Terror. Bersimbah Darah berniat menjadikan BDF #5sebagai momen untuk launching Land of Terror. launching Land of Terror sendiri baru rampung digarap. Proses rekaman album ini dilakukan di Herzklang Studio sejak Juni sampai September 2011. Sebuah rentang waktu yang cukup lama untuk proses take materi. Maklum, Bersimbah Darah melakukannya dengan santai menyesuaikan dengan waktu masing-masing personel. Proses mixing dan mastering sepenuhnya dipercayakan kepada Moel Madness, pemilik Herzklang Studio, yang selama ini terlibat pula dalam banyak proyek band metal tanah air seperti Siksa Kubur, Catharsis, Invictus, dan sederet band lain. Sementara untuk urusan artwork, launching Land of Terror dipercayakan kepada ilustrator asal Kalimantan Barat, Ronny Overhate. Terdapat 14 lagu dalam launching Land of Terror, termasuk satu lagu cover milik legendaris grindcore Terrorizer berjudul Dead Shall Rise. Ditambah intro dan outro, total ada 16 materi dalam album ini. Land of Terror sangat kental menyuguhkan aroma grindcore, dengan selipan nuansa deathmetal. Untuk album perdana mereka, Bersimbah Darah menyinggung banyak hal mulai lingkungan sekitar, pembodahan, atau konflik antarmanusia. Untuk wilayah Indonesia, album launching Land of Terror dirilis dan didistribusikan oleh No Label Records. Di samping itu, Land of Terror bakal dirilis juga di Amerika, Eropa, dan Asia di bawah panji Sevared Records. “Beruntunglah Bandung karena kita akan secara resmi merilis album launching Land of Terror di panggung Bandung Death Fest #5,” ujar Rico Anarcho, vokalis sekaligus gitaris Bersimbah Darah.
Salah satunyaBersimbah Darah dari Bali. BDF #5 dipastikan jadi ajang persinggungan massal perdana buat Bersimbang Darah dengan scene Bandung Underground. Dan pada kesempatan pertama ini mereka berjanji menyuguhkan sesuatu yang sangat istimewa. Kebetulan mereka baru saja merampungkan album perdana yang diberi titel Land of Terror. Bersimbah Darah berniat menjadikan BDF #5sebagai momen untuk launching Land of Terror. launching Land of Terror sendiri baru rampung digarap. Proses rekaman album ini dilakukan di Herzklang Studio sejak Juni sampai September 2011. Sebuah rentang waktu yang cukup lama untuk proses take materi. Maklum, Bersimbah Darah melakukannya dengan santai menyesuaikan dengan waktu masing-masing personel. Proses mixing dan mastering sepenuhnya dipercayakan kepada Moel Madness, pemilik Herzklang Studio, yang selama ini terlibat pula dalam banyak proyek band metal tanah air seperti Siksa Kubur, Catharsis, Invictus, dan sederet band lain. Sementara untuk urusan artwork, launching Land of Terror dipercayakan kepada ilustrator asal Kalimantan Barat, Ronny Overhate. Terdapat 14 lagu dalam launching Land of Terror, termasuk satu lagu cover milik legendaris grindcore Terrorizer berjudul Dead Shall Rise. Ditambah intro dan outro, total ada 16 materi dalam album ini. Land of Terror sangat kental menyuguhkan aroma grindcore, dengan selipan nuansa deathmetal. Untuk album perdana mereka, Bersimbah Darah menyinggung banyak hal mulai lingkungan sekitar, pembodahan, atau konflik antarmanusia. Untuk wilayah Indonesia, album launching Land of Terror dirilis dan didistribusikan oleh No Label Records. Di samping itu, Land of Terror bakal dirilis juga di Amerika, Eropa, dan Asia di bawah panji Sevared Records. “Beruntunglah Bandung karena kita akan secara resmi merilis album launching Land of Terror di panggung Bandung Death Fest #5,” ujar Rico Anarcho, vokalis sekaligus gitaris Bersimbah Darah.
Sumber : bandung-underground.com
EUTHANASIA
SATU LAGI DARI JAWA TENGAH YAITU "EUTHANASIA" PENGHANCUR DARI PEKALOGAN
Awal BerdirinyaEUTHANASIA di pertengahan tahun 2000 Di Kota Kecil PEKALONGAN. Di Mana EUTHANASIA Mengusung Ganre Music BRUTAL DEATH GRIND !!! Yang Terinfluence Oleh Metal2 Killer Seperti : NAPALM DEATH,MORBID ANGGEL,SUFFOCATION,DISGORGE.DISAVOWED ... and more ! Di Mana EUTHANASIA Sudah Sering Mengisi Di Beberapa Gigs/Efen Yang Ada Di Wilayah Jawa Dan Sekitarnya... Seperti : PEKALONGAN TOTAL SERAK #1 Di Gdng KOPINDO PEKALONGAN Th 2001. MEGONO SANGIT Di Gdng SMK JUTEK PEKALONGAN Th 2002. TEMANGGUNG BERISICK,Dan BUMI HITAM #1.....etc.
Yang Berprsonil :
Pengak : Guitar
Abas : Bass
Maman : Drum
Nomi : Vocal
Seperti Biasa Di Mana Sebuah Grub Band Sering Mengalami Pro Dan Kontra Di Dalamnya.
Dan EUTHANASIA'pun Sempat Fuckum Beberapa Tahun Karena Kesibukan Para Personilnya... !!!
Di Mana 2 Personilnya Memvakumkan Dari EUTHANASIA Di Karenakan Tidak Bisa Untuk Berkecimpung Dalam Grup Sepenuhnya Karena Kesibukan Yng Gak Bisa Untuk Di Tinggalkannya.
Yaitu Abas (Bass),Dan Maman (Drum),Dan Di Sini Sang Empunya EUTHANASIAYaitu Sodara Nomi Dan Pengak Gak Mau Ambil Diam Dngn Segala Kreatifitasnya Dalam Bermusic.Dimana Pada Pertengahan Th 2005-Sekarang Pengak Sang Gitaris Merekrut Adi Salah Satu Dari Personil ABORTUS Dan PESIMIST Untuk Pegang Kendali Di Posisi (Bass) Dan Qq Untuk BerHyperRia Di Posisi (Drum).
Kembali Terulang Di Mana EUTHANASIA Sempat STOP !!! Di Dalam Gerakan Bawah Tanah Yng Di Mana Salah Satu Personilnya Kembali Berhenti Dari EUTHANASIA Tuk Melanjutkan Kesibukan Dalam Pekerja'annya.
Sehingga Di Dalam EUTHANASIA Yang Sekarang Tetap Solid Yaitu :
Nomi : Vocal Serak
Adi : Gitar and Bass
Qq : Drum
Di Dalam Format Perubahan Para Penghuninya Yang Sekarang Memvokuskan Untuk Membuat Materi Di Mana EUTHANASIA Sudah Memiliki 5 Materi Music Dan Lagu Karya Yang Sekarang ini...
Yang Terinfluence Oleh Metal2 Killer Seperti :
NAPALM, DEATH,MORBID ANGGEL,SUFFOCATION,DISGORGE.SEPULTURA,MISERY INDEX,NASSUM,CARCASS,DYING FETUS,BRAINDRILL,SIKSAKUBUR,JASAD....AND MORE !!!
Berikut Music Dan Lagu Karya Dari EUTHANASIA :
1.INTIMIDASI (Menceritakan Tentang KEBOBROKAN Para Pemimpin Negara INDONESIA)
2.LIDAH SANG ANJING BUSUK !!! (Menceritakan Tentang Janji2 Para Pemimpin Yng Tak Ada Bukti)
3.MATI TERBIUS (Menceritakan Tetang Kematian Sang Pahlawan HAM Yng TaNPA Sebab ?)
4.BUNGKAM MULUT SANG PENJILAT (Menceritakan Tentang Kesewenang-Wenangannya Para Penegak HUKUM)
5.KILLING BRAIN (Menceritakan Tentang Makin Maraknya Manusia Yng FRUSTASI Dalam Kehidupannya)
Yang Siap Mencabik-Cabik Telinga Para Metalhead INDONESIA .... !!! pleace joint with us ... \m/
Berikut Salah Satu Demo EUTHANASIA ....
Dari Pihak EUTHANASIA memberi izin untuk mempublic salah satu lagunya
Silahkan Download lagunya disini
KARRINDING ATTACK "SUNDA METAL"
KARRINDING ATTACK "SUNDA METAL" WARNA BARU PENGADOPSIAN TRADISI LOKAL
Musik metal yang cadas dengan tempo cepat dan suara vokalisnya yang mengeram dengan serak, kini ditambah dengan bumbu-bumbu musik sunda seperti tarawangsa atau karinding.
Vokalis Jasad, Mohamad Rohman, atau yang tersohor dengan nama Man Jasad menuturkan, mulai tahun 2005 ia mulai mencoba mengadopsi tradisi sunda ke dalam musik death metal yang diusung oleh band-nya Jasad saat itu.
Kala itu, Man mencoba membuat beberapa lagu dengan menggunakan lirik bahasa sunda, seperti lagu ‘Getih Jang Getih’ dan ‘Kujang Rompang’.
Menurut Man, jaman dulu anak metal segala sesuatunya cenderung kebarat-baratan. Padahal kita memiliki kebudayaan sendiri yang sangat luhur dan masih relevan jika diterapkan pada masa kini.
"Jadilah seperti sekarang, musiknya boleh metal, tapi jiwanya tetap Indonesia, tetap Sunda," kata Man kepada detikbandung.
Salah satu contohnya seperti yang diperbuat oleh Man, ia menciptakan lagu yang bertajuk 'Kujang Rompang'. Lagu tersebut menceritakan tentang filosofi kesundaan. "Hal kecil yang saya bisa lakukan, saya juga mencoba menjadi metalhead yang berperilaku sunda, someah, teu papaseaan, teu goreng ka batur," terang Man.
Prilaku orang sunda yang nyaah ka alam juga mencoba Man terapkan dalam komunitas para metalhead. Salah satunya pada gelaran Deatfhfest 2008, yang profitnya dibelikan pohon. "Jadi tak hanya sekadar even saja. Orang sunda kan dekat dengan alam. Hablum minannas, dan hablum minal alam," ucap Man.
Respon terhadap Sunda Metal yang kini sudah menjadi identitas diri para metalhead di Jawa Barat, khususnya di Bandung disambut baik para metalhead di kota-kota lain.
"Selain penggunaan iket, sekarang kalau saya manggung di kota-kota lain di luar Jawa Barat membawakan lagu Jasad yang bahasa sunda, mereka pada mau belajar biar tahu artinya," jelas Man.
Selain Man, banyak metalhead di Bandung yang saat ini sudah mengkolaborasikan seni sunda dengan musik metal, seperti musik metal, seperti band Forgotten yang memasukan unsur Tarawangsa.
"Malah ada satu band yang musiknya geber abis, tapi liriknya semuanya bahasa sunda," terangnya.
Tanpa ingin disebut merubah imej anak metal. Man berharap, meskipun terjun di musik metal, punk, pop, atau apapaun kesukaan musiknya, jiwanya tetap Indonesia.
Vokalis Jasad, Mohamad Rohman, atau yang tersohor dengan nama Man Jasad menuturkan, mulai tahun 2005 ia mulai mencoba mengadopsi tradisi sunda ke dalam musik death metal yang diusung oleh band-nya Jasad saat itu.
Kala itu, Man mencoba membuat beberapa lagu dengan menggunakan lirik bahasa sunda, seperti lagu ‘Getih Jang Getih’ dan ‘Kujang Rompang’.
Menurut Man, jaman dulu anak metal segala sesuatunya cenderung kebarat-baratan. Padahal kita memiliki kebudayaan sendiri yang sangat luhur dan masih relevan jika diterapkan pada masa kini.
"Jadilah seperti sekarang, musiknya boleh metal, tapi jiwanya tetap Indonesia, tetap Sunda," kata Man kepada detikbandung.
Salah satu contohnya seperti yang diperbuat oleh Man, ia menciptakan lagu yang bertajuk 'Kujang Rompang'. Lagu tersebut menceritakan tentang filosofi kesundaan. "Hal kecil yang saya bisa lakukan, saya juga mencoba menjadi metalhead yang berperilaku sunda, someah, teu papaseaan, teu goreng ka batur," terang Man.
Prilaku orang sunda yang nyaah ka alam juga mencoba Man terapkan dalam komunitas para metalhead. Salah satunya pada gelaran Deatfhfest 2008, yang profitnya dibelikan pohon. "Jadi tak hanya sekadar even saja. Orang sunda kan dekat dengan alam. Hablum minannas, dan hablum minal alam," ucap Man.
Respon terhadap Sunda Metal yang kini sudah menjadi identitas diri para metalhead di Jawa Barat, khususnya di Bandung disambut baik para metalhead di kota-kota lain.
"Selain penggunaan iket, sekarang kalau saya manggung di kota-kota lain di luar Jawa Barat membawakan lagu Jasad yang bahasa sunda, mereka pada mau belajar biar tahu artinya," jelas Man.
Selain Man, banyak metalhead di Bandung yang saat ini sudah mengkolaborasikan seni sunda dengan musik metal, seperti musik metal, seperti band Forgotten yang memasukan unsur Tarawangsa.
"Malah ada satu band yang musiknya geber abis, tapi liriknya semuanya bahasa sunda," terangnya.
Tanpa ingin disebut merubah imej anak metal. Man berharap, meskipun terjun di musik metal, punk, pop, atau apapaun kesukaan musiknya, jiwanya tetap Indonesia.
METAL DI INDONESIA MENJADI PERHATIAN DI MATA DUNIA
METAL DI INDONESIA MENJADI PERHATIAN DI MATA DUNIA
- Kieran James seorang dosen dari University of Southern Queensland Autralia ini melakukan perjalanannya yang kedua kalinya ke Indonesia setelah yang pertama di tahun 2010 lalu. Pada kunjungan kali ini, dirinya melanjutkan penelitiannya mengenai pergerakan sub kultur terlebih punk dan metal di kota-kota di Indonesia. Yogyakarta menjadi salah satu kota yang dikunjunginya pada kesempatan kali ini. Kieran James menyaksikan gelaran Hellnations 2011 yang diselenggarakan Jogjakarta Corpse Grinder, Minggu (16/10).
Redaksi jogjanews.com melakukan perbincangan dengan Kieran James di sela-sela dirinya melakukan observasi dan pengumpulan data-data untuk proyek dokumentasinya yang akan dinamai Indonesian Metalheads tersebut.
Bisa diterangkan proyek Indonesia Metalheads itu seperti apa?
Proyek yang saya sedang lakukan adalah membuat kumpulan dokumentasi pergerakan sub kultur underground khususnya pada musik metal di Indonesia. Proyek ini akan dikompilasikan dalam format buku yang berisi teks, foto dan data-data visual seperti poster, review dan jurnal-jurnal.
Akan dirilis dalam versi dua bahasa. Dan juga akan diupload melalui website resmi agar teman-teman yang tidak membeli buku tersebut dapat mengakses secara digital.
Apa dorongan dan latar belakang pengerjaan proyek buku Indonesian Metalhead?
Indonesia adalah negara di Asia Tenggara dengan jumlah metal head yang sangat massif. Selain itu Indonesia memiliki band-band metal dengan berbagai genre dan kualitas musikalitas yang sangat baik.
Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya band metal di Indonesia yang telah berkolaborasi dengan band internasional, dirilis oleh record label internasional dan bahkan melakukan tour ke luar negeri. Band-band asing juga selalu memiliki kesan positif dan antusias ketika mengadakan tour ke negeri ini. Di negeri saya, sebuah band metal tidak memiliki fans yang massif seperti yang terjadi di Indonesia.
Kedua, saya melihat bahwa masyarakat Indonesia mengalami pemetaan sosial dan musikalitas yang sangat signifikan. Bahkan bisa dikatakan bahwa komunitas metal di Indonesia tidak menyadari bahwa keberadaan mereka menjadi perhatian masyarakat Internasional. Terburuknya sendiri saya mendengar bahwa musik dan pergerakan subkultur metal di Indonesia dinilai sebagai sesuatu yang berada di daerah yang tidak strategis dan marjinal.
Kajian dalam buku Indonesian Metalhead seperti apa?
Sebagai seorang pengajar dan akademisi, proyek ini saya kerjakan dalam rangka keperluan empiris. Kajian yang saya gali adalah sosial antropologi. Manusia adalah obyek sekaligus aspek penting dalam proyek ini. Studi kasus yang saya lakukan ada pada dua kota yaitu Bandung dan Yogyakarta.
Bagaimanan proses pengumpulan datanya?
Data yang saya pakai dalam proyek ini adalah data primer dan data sekunder. Itu mengapa interview dan penelitian langsung sangat sering saya lakukan. Melakukan pengamatan secara candid merupakan favorit saya, hahaha.
Kapan buku ini akan rilis?
Buku ini direncanakan dirilis pada awal tahun depan di Indonesia. Distribusinya akan dilakukan secara kolektif melalui jaringan komunitas. Melalui proyek ini harapan Saya adalah masyarakat Indonesia menjadi bangga terhadap potensi dan dinamika sosial masyarakatnya dan mampu mencermati gejala-gejala sosial terutama pada komunitas metal secara lebih mendalam. (Jogjanews.com/Nilu)
DEATH VOMIT "TRIO DEATH METAL DARI KOTA GUDEG YOGYAKARTA"
SEDIKIT BAHAS TENTANG DEVO "DEATH VOMIT " DEATH METAL DARI KOTA GUDEG JOGJA
DEATH VOMIT, composing of Sofyan Hadi (vocals/lead guitar), Roy Agus (drums), and Oki Haribowo (bass) have existed as a prevailing force within the Indonesian metal scene for quite some time, and since their formation in 1995 they have well and truly made a hefty mark on the Indonesian death metal scene. From the beginning, DEATH VOMIT have proved to be moguls of all that is macabre and have devoted themselves to many a bloodcurdling, annihilating live performance across Indonesia. With their brutal, unyielding assault on the tour circuit, DEATH VOMIT leave nothing to the imagination. Apart from their ferocious approach to live performance, DEATH VOMIT have also succeeded in releasing two diabolically spine-chilling albums. Their first album, 'Eternally Deprecated', was released in November 1999 under their own independent label Demented Mind Records, selling over 1000 copies of the album – a considerable achievement for any small underground Indonesian metal music label at this time. 'Eternal Deprecated' was later re-released under the larger record label Extreme Souls Production, which saw an explosion of album sales and sealed DEATH VOMIT's fate as the most brutally dominating death metal band to ever grace the isles of Indonesia.
On April 15th 2000, the band suffered a massive set back and time of deep sorrow when lead singer Agung passed away. In light of the turmoil and tribulations that now lay ahead, DEATH VOMIT remained true to themselves, and guitarist Sofyan Hadi stepped up to the plate, taking on the role of guitarist and vocalist. For DEATH VOMIT, the tragic, untimely death of Agung was the point of no return, and the band came back fighting with fists of fury, devouring all seeds of doubt with the release of their second album 'The Prophecy' (2006). Despite the considerable time lapse between albums and the turbulent times endured, DEATH VOMIT held firm and remained loyal to their style, displaying nothing but (un)virtuous, arrant death metal. Both 'Eternally Deprecated' and 'The Prophecy' are demonstrative of DEATH VOMIT's sheer musical ferocity and cutthroat savagery, as well as their unfaulting commitment to the grinding, formidable intensity that is death metal.
At the top of their achievements, and a homage to their overwhelmingly fiendish and pulverizing on-stage effulgence, DEATH VOMIT can lay claim to being the first Indonesian metal band to release a live DVD. In June 2008 DEATH VOMITexecuted a slaughtering, hatchet job of a performance that was captured on film and release as the DVD entitled 'Flames of Hate', and has been labeled as one of the best live performances in Indonesia to be captured on DVD. The ruthless carnage that is captured on 'Flames of Hate' is reflective of the same rancor that is consistently delivered by DEATH VOMIT both on stage and in the studio.
When pondering the Indonesian death metal scene, DEATH VOMIT, as a band that has indubitably forged themselves as one of the most intense death metal bands in their country, cannot be bypassed. DEATH VOMIT are infallible devotees to the merciless and insubordinate barbarity that is death metal. And just when you thought your brain had been pulverized beyond functionality, then along comes the onslaught of DEATH VOMIT's much anticipated up-coming album, promising to be just as, if not more, savage and tyrannical as ever. The album is due for worldwide release in August/September 2010 to coincide with their Australian and national tour under.
Langganan:
Komentar (Atom)


