Selasa, 26 Juni 2012

METAL ISLAM PART II


Profil & Wawancara Singkat Ombat Tengkorak Band Tentang #IndonesiaTanpaJIL



Jumat, (09/03/2012) lalu, ribuan umat Islam dari berbagai elemen dan ormas Islam serta individu personal menghadiri Apel Siaga Umat Islam untuk #IndonesiaTanpaLiberal (#IndonesiaTanpaJIL), di Bundaran HI - Istana Negara (Monas). Aksi yang berlangsung sejak Jumat siang hingga sore jelang petang berlangsung damai dan berakhir tanpa adanya sedikitpun kericuhan. Pada aksi damai yang dihadiri sekitar 2000-3000an massa dari berbagai elemen dan organisasi Islam itu, turut pula dihadiri sejumlah artis, musisi, dan masyarakat umum. Artis Fauzi Baadila dan Ombat Tengkorak adalah diantaranya. 
Ombat merupakan salah satu musisi rock underground Indonesia yang ikut hadir dalam aksi Jumat siang itu. Ia merupakan vokalis band underground bernama Tengkorak. Band Tengkorak yang berisikan lima personel, yakni Ombat (lead vocal), Haryo ”Yoyok” Radianto (gitar), Budi (bas), Ronie Yuska (drum), dan Samir (gitar) tergolong band pertama yang mengusung alirangrindcore ke Indonesia sejak berdirinya pada tahun 1993.

Hebatnya lagi, band Tengkorak juga pernah mencatatkan diri dalam album kompilasi berjudul It’s a Proud to Vomit Him (1995) bersama musisi-musisi band underground dunia. Album tersebut dirilis ulang di tujuh negara dan distribusinya sampai di 28 negara di seluruh dunia.

Namun meskipun mengusung musik underground, band Tengkorak memiliki corak yang berbeda dengan band-band heavy metal lain. Perbedaan itu terletak pada prinsip iedologi Islam dan anti-Zionisme yang diusungnya. Maka meski tampil urakan, jangan kaget jika saat azan berkumandang, mereka menghentikan aktivitasnya dan shalat terlebih dahulu.
Bagi mereka, Islam tetap nomor satu jika dibandingkan dengan apa pun. Berbeda dengan lirik lagu metal lain yang bertema anti Tuhan, memuja setan, dan kebebasan. Lirik-lirik lagu Tengkorak justru bersumber dari sirah nabawi, Al Quran, dan hadis rasulullah. Ombat menyebutnya sebagai perjuangan anak band underground untuk berjihad dengan musik.
Ombat, sebenarnya memiliki nama lengkap Muhammad Hariadi Nasution. Tak banyak yang menyangka kalau ternyata dia lulusan Magister Hukum (S-2) Universitas Islam As-Syafi’iyah Jakarta. Ia juga tercatat sebagai Advokat. Bahkan ia menyandang jabatan Ketua Lembaga Bantuan Hukum Muslim Indonesia (LBHMI). Ia juga merupakan Wakil Ketua Kongres Advokat Indonesia (KAI) Provinsi Banten. 
Ombat boleh dibilang sebagai manusia multiprofesi. Selain menjadi musisi dan pengacara KAI, pria kelahiran Jakarta, 11 April 1973, itu juga anggota aktif Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) sekaligus Direktur Utama PT. Sebelas April Lian Mipro yang bergerak di bidang event organizer, promotor, dan merchandise. Pria berkepala plontos dengan jenggot lumayan tebal itu bahkan juga tercatat duduk sebagai anggota ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia).
Melalui dia-lah komunitas underground Indonesia ia ajak untuk mengganti salam metal tiga jari dengan salam satu jari. Salam satu jari telunjuk ke arah langit itu kini diterjemahkan dalam berbagai bahasa dan diikuti jutaan pencinta musik metal di Asia Tenggara dan Timur Tengah. Salam telunjuk itu adalah idenya yang berarti tauhid, yakni percaya kepada satu Tuhan: Allah. Maka tak salah jika Band Tengkorak yang memiliki ratusan ribu fans fanatik di Asia Tenggara tersebut dikenal sebagai agen aliran musik tauhid underground

Jumat lalu (09/03/2012), di tengah riuh ramai peserta aksi #IndonesiaTanpaLiberal di Bundaran HI - Monas, MuslimDaily.Net berkesempatan sedikit mewawancarainya berkenaan dengan pemikiran dan gerakan liberalisme. Berikut transkrip petikan wawancara kami:
MD: Bang Ombat, Anda ini khan artis atau pemusik underground, tapi kenapa anda tertarik ikut aksi #IndonesiaTanpaLiberal dengan turun ke jalan serta ikut long-march segala?
Ombat: Ya, kita turut prihatin lah. Liberalisme ini sudah menjajah kita, baik secara pemikiran maupun budaya. Sementara kita itu tahu bahwa liberal itu nggak ada bagus-bagusnya, apalagi yang namanya JIL, Jaringan Islam Liberal. Islam itu sejak 'lahirnya' sudah Allah sempurnakan. Islam sudah sempurna titik sehingga sudah tidak perlu lagi dikasih embel-embel Liberal segala. Sesat itu mereka.
MD: Ok, menurut anda liberalisme itu sesat dan menjajah kita sehingga harus dilawan. Lalu, apa harapan Anda pasca aksi ini? Apakah Anda akan terus mendorong masyarakat untuk aksi lanjutan berikutnya?
Ombat:  Oh iya. Terus..terus.. dan harus terus. Ini (Aksi #IndonesiaTanpaLiberal di Bundaran HI-Monas_red) khan aksi umat Islam sebenarnya. Bukan aksi si ini dan si itu. Ini adalah aksi umat Islam dari semua elemen. Ini akan kita teruskan. Kalau pemerintah masih saja diam terhadap para cecunguk-cecunguk dan orang-orang liberal itu, ya kita akan terus berjuang dan perjuangkan dalam berbagai macam cara.
MD: Jadi menurut Anda orang-orang liberal itu harus dilibas dan ditolak. Lalu kira-kira apakah Anda punya pesan yang ingin disampaikan kepada mereka orang-orang Liberal atau JIL tersebut?
Ombat: Kalau gue sih nggak mau lah kasih pesan-pesan khusus buat mereka (kaum liberal_red) lah. Kalau gue sih cuma ingin bilang ya semoga kalau Allah tidak memberi mereka hidayah, ya saya berharap semoga Allah segera melaknat mereka saja. Itu saja. Dan saya berkomitmen sampai kapanpun bahkan sampai mati sekalipun mereka akan saya lawan dan harus kita lawan. Kita tidak boleh dan tidak akan takut.
MD: Aksi ini khan dihadiri antara 2000-3000an massa. Namun berdasarkan pantauan kami via online dan televisi tidak memperoleh liputan dari media-media mainstream selayaknya aksi #IndonesiaTanpaFPI kemarin yang meskipun dihadiri 60an orang tetapi justru diliput banyak media mainstream bahkan secara live. Bagaimana komentar anda mengenai media-media mainstream itu?
Ombat: Sebentar-sebentar, sebelumnya gue koreksi dulu. Mengenai jumlah massa yang hadir dalam aksi ini, kalau menurut pandangan gue yang pengalaman bikin event, aksi ini dihadiri lebih dari 15.000 orang. Gue bisa bilang begitu karena gue inievent organizerGue ini yang punya PT. Sebelas April Lian Mipro. Jadi gue biasa dan bisa tahu hitung-hitungan massa di lapangan seperti kayak gini. Itu yang pertama.
Terus sekarang yang kedua masalah media mainstream tadi, kalau menurut gue sih, kita nggak perlu lah ambil pusing dengan mereka-mereka (media mainstream_red) itu. Media-media mainstream itu bagi saya nggak penting. Mereka itu media-media yang sama sekali nggak berpihak kepada umat Islam. Jadi kesimpulannya media itu bukan media kita.
Kita bisa kok menggunakan media sosial yang lebih gencar dan tanpa sensor untuk terus senantiasa menyuarakan ide-ide kita umat islam tentang ideologi Islam ini. Lewat Twitter, Facebook, dan YouTube misalnya. Jadi kita lebih mengarah ke sana. Saya yakin kalau pun mereka memberitakan aksi-aksi umat Islam seperti ini paling-paling hanya sekilas dan diberitakannya hanya dihadiri ratusan bahkan mungkin puluhan orang saja. Jadi buat apa media-media seperti itu. 
MD: Terakhir, apakah pesan Anda untuk generasi muda khususnya kalangan umat Islam di Indonesia tentang liberalisme? 
Ombat: Khususnya buat kawula muda. Bangkitlah! Buka mata loe! lepaskan jaket loe! Mari kita berjuang, terus dan terus berjuang melawan liberalisme. Gue saja yang masih begajulan gini sadar bahwa liberal ini sudah masuk merusak bangsa. Masak kitanggak terbukakan mata juga sampai sekarang? Itu saja. 
"INDONESIA DAMAI, TANPA JIL!" pungkasnya tegas sambil mengacungkan telunnjuk salam satu jari. (muslimdaily)
Keterangan: MD=MuslimDaily.Net

METAL ISLAM PART I

Inilah “METALISLAM”, Group Musik Underground Yang Islami


9 Votes

imageJangan ngaku metal kalau nggak shalat. Ketika Islam berfungsi sebagai kendali, banyak anak metal di komunitas underground menjemput hidayah. Mereka tidak menolak modernisasi, tapi menjegal westernisasi. Ada komitmen yang dibangun: No Drugs, No Alcohol, No Violence dan No Free sex. Just Metal.
Oleh Adhes Satria
Menjelang malam, anak-anak metal itu sudah berkumpul di pelataran Gedung Rossi Musik di Jalan Fatmawati No. 30, Jakarta Selatan untuk menyaksikan pagelaran musik sekaligus penggalangan dana untuk Palestina. Konser musik yang bertajuk ”Urban Garage Festival” itu diorganize oleh Berandalan Puritan dan Mogers Infantry.
Saat menanti band kesayangan mereka, azan Maghrib berkumandang. Siapa nyana, sebagian dari mereka berbondong-bondong menuju masjid, lalu segera membasuh wajah-wajah kumel itu dengan air wudhu. Sabili turut menyaksikan, anak-anak metal tengah merapikan shaftnya untuk shalat berjamaah. ”Sebagian dari mereka, anak-anak Mogers, sebuah komunitas fans band metal legendaris Purgatory,” kata salah seorang komunitas underground.
Performance mereka memang eksentrik dan tampak cuek. Sekilas, seperti individu yang tak mau tahu dengan urusan agama. Tapi, lihatlah paradigma baru anak Metal hari ini. Mereka mulai bangga menunjukkan jatidirinya sebagai Muslim sejati. Jangan ngaku anak metal, kalau nggak shalat. Jangan sok metal kalau masih suka mabok (ngedrugs) dan free sex. ”Menyedihkan banget, jika anak metal malu menunjukkan identitasnya sebagai muslim. Karena gengsi, mau shalat saja, bilangnya mau ke depan untuk beli rokok,” tukas Bonty, salah seorang personil Purgatory.
Tak dipungkiri band metal lahir dari peradaban Barat yang bobrok. Peradaban itu memengaruhi jiwa anak-anak muda yang gelap. Mereka larut menjadi individu yang bingung menatap masa depan, tertipu oleh propaganda sesat kaum laknat, hingga menjadi pemuja setan, syahwat, anti kemapanan, bahkan mengabaikan Tuhan. Ketika hidayah Islam datang, pondasi itu terguncang. Anak-anak Metal yang terlahir sebagai Muslim, mulai menyadari, bahwa mereka secara kultur dan karakter sudah dijadikan ’hamba-hamba sahaya’ yang terjajah. Eksistensi tumbuh, ketika Islam menjadi ideologi, kesadaran baru dan amaliyah mereka.
Adalah Tengkorak dan Purgatory, dua kelompok band metal paling senior dan legendaris di kalangan underground, tampil sebagai pendobrak yang mengguncang ideologi band cadas keluar dari pakemnya, yakni dengan menjadikan Islam sebagai nafas hidup mereka. Eksistensi ”sang legend” sebagai agen perubahan menginspirasi generasi metal selanjutnya. Sebut saja seperti The Roots of Madinah, Punk Muslim, AfterMath, Keep it True, Stranded, Qishash, Salameh Hamzah, dan Barat Hijau Indonesia.
Kesatuan visi inilah yang mempersaudarakan mereka sebagai komunitas yang unik dan berbeda. Dari sinilah tercetus “Urban Garage Festival”, semacam forum mereka untuk berkumpul dan berkreasi, bahkan berdakwah dengan pendekatan yang mereka pahami. Dalam kapasitas itu, mereka tak sekadar tampil sebagai musisi beraliran cadas, melainkan juga sebagai dai.

Kontra Kultur
Teman-teman aktivis harokah mungkin merasa aneh dengan fenomena baru ini. Namun, bagi yang belum mengenal komunitas ini dari dekat, jangan su’udzan dulu, apalagi melempar tuduhan anak metal melecehkan Islam. Sedikit yang tahu, bahwa anak metal pun berdakwah. Komunitas metal ini memang berbeda dengan komunitas metal yang lain. Mereka berniat untuk membentuk genre baru ke arah yang lebih Islami. Pertanyaan pun muncul, ini kebangkitan atau degradasi? Kok Muslim ”bermetal-metal ria”?
Wawan, vokalis Aftermath, pernah berkonsultasi dengan rekan seniornya seputar stigma buruk yang dilekatkan pada musisi metal muslim. ”Setelah berkonsultasi, saya mendapat jawaban, bahwa segala sesuatu bergantung niatnya. Saya melihat fenomena ini sangat positif. Apakah salah kalau kami mendekati ajaran-ajaran yang mendekati sang Khalik ke arah yang lebih Islami melalui musik? Saya sendiri lahir dari keluarga Muslim,” ungkap Wawan yang juga seorang enginer.
Berangkat sebagai musisi, Wawan mengakui, sebatas inilah kontribusi yang bisa ia berikan untuk sementara waktu. ”Jika hari ini kami memperjuangkan Islam dengan mick dan gitar, kelak kami akan berjihad di jalan Allah dengan pedang dan senjata. Inilah cara kami memberi makan kepada jiwa ini melalui musik. Sebagai Muslim, tentu kami memimpikan tatanan dunia baru, di bawah kepemimpinan Islam dan khilafah,” ujar Wawan bersemangat.
Menurut penggagas Urban Garage Festival, Thufail al Ghifari, yang juga vokalis The Roots of Madinah, kegiatan bermusik ini ingin membangun sebuah kontra-kultur untuk membuktikan, bahwa di komunitas ini ruangnya positif, band-bandnya pun bicara atas dasar Islam. ”Kita berangkat dari seorang Muslim yang punya visi untuk membangun komunitas musisi metal yang jauh dari drugs, alcohol, dan free sex. Inilah niat dan tujuan kami. Kita ingin mengembalikan identitas Indonesia atau ketimuran. Jangan berlagak Amrik. Kita Metal, tapi ada filter, tidak sampai tercerabut ketimuran kita sebagai jatidiri.”
Senada dengan vokalis Tengkorak, Ombat. ”Penjajahan budaya oleh Barat memang lewat musik metal kayak gini, musik underground yang notebene keras dan brutal. Terus terang, saat ngeband, kita banyak lupanya, ya lupa shalat, lupa diri dan segala macam. Tapi, saat kita sadar, tatkala generasi ini menjadi santapan empuk zionis, maka inilah moment untuk mengubah paradigma lama menuju paradigma baru. Ngeband, tapi tetap menjalankan shalat lima waktu, dan rukun Islam lainnya.”
Sejak metal lahir, kata Ombat, propaganda satanisme menjadi momok dan berkembang pesat di seluruh dunia. Ibarat di Medan Perang, jika musuh memerangi dengan senjata, maka harus dilawan dengan senjata. Begitu juga, jika musuh memerangi generasi muda dengan metal, maka kita lawan dengan metal pula. ”Melalui metal, kita bisa lakukan kickback,” kata Ombat.
Bonty, personil Purgatory, berpendapat, dulu walisongo pun menyampaikan pesan dakwah dan syiar Islam dengan menggunakan wayang, sekarang eranya Metal sebagai media. ”Yang jelas, gue prihatin, jika generasi Islam di Timur Tengah malah bermetal ria dengan westernisasi-nya, sedangkan Purgatory justru ingin memanfaatkan Metal.”
Sebagai musisi Muslim, konsep yang diusung Purgatory dalam bermusik cuma satu, yakni Islam. Prisipnya, Islam bukan dibawa ke dalam metal, tapi Islam itu dasar dari semua hal. ”Apapun yang kita lakukan harus berdasarkan Islam. Artinya, ketika bermusik, tidak pake yang haram-haram. Pendekatan dakwah kami, nggak pake setting ala kelompok tarbiyah. Kuncinya adalah silaturahim. Biasanya, suatu komunitas tidak akan kuat, kalau silaturahimnya lemah,” tandas Bonty.
Gitaris Purgatory ini juga mempertanyakan, jika pakem underground itu anti sistem, tapi kenapa mereka membuat sistem sendiri, seolah kalau metal harus mabok. Bagi anak band, awalnya, agama memang dianggap sebagai sesuatu hal yang privacy (pribadi). Komunitas Purgatory yang dinamakan Mogers sendiri, bukan orang-orang hebat dalam beragama. ”Kami lebih tepat disebut orang yang hijrah. Di komunitas ini, kami ingin mengajak agar generasi muda kembali pada Islam, dan mau mempelajari agamanya sendiri. Apa yang kita sampaikan ke public tentang Islam adalah apa yang kita tahu saja dan sudah dibuktikan. Yang jelas, kita tidak mau melakukan hal yang sia-sia. Kita hanya ingin belajar.”
Pernah ada yang meledek Purgatory dengan pendekatan dakwahnya yang unik. ”Ngapain loh ngajak anak-anak yang sudah berantakan. Padahal untuk menolong orang yang tenggelam itu harus nyemplung. Apalagi pengetahuan agama mereka diakui sangat kurang,” kata Bonty berfalsafah.
Pendekatan yang sama dilakukan Ahmad Zaki yang selama ini membina komunitas Punk Muslim. ”Ketika fase jemu, bingung itu menyatu, saya mencoba memberikan banyak alternatif dan energi positif. Ternyata mereka welcome  dan punya keinginan untuk bertobat dan merubah diri. Sebagian ada yang berubah drastis 80 derajat, ada juga yang baru 45-60 derajat.”
Diakui Zaki, belakangan komunitas Punk Muslim banyak mengislamkan teman-teman punk di jalanan. ”Sejak menjadi Muslim, beberapa diantara mereka, ada yang meninggalkan kebiasaan Mohawk (gaya rambut berdiri) dan piercing (tindik di sejumlah anggota tubuh). Bahkan, diantara mereka, ada yang nekad menghilangkan tato dengan menggunakan soda api atau PK, kendati resikonya bisa merusak kulit mereka,” ungkap Zaki.

Metal pun Berdakwah
Ingin tahu, pendekatan dan model dakwah yang dilakukan komunitas metal yang satu ini? Hasil pengamatan Sabili di sarang underground, komunitas ini memang berbeda. Dalam hal performance, kaos-kaos distro yang mereka yang kenakan, terutama beberapa vokalis-nya, justru menunjukkan militansi dengan identitas keislamannya. Misalnya saja, kata Allahu Akbar (dalam bahasa Arab) pada kaos mereka. Pekikan Allahu Akbar mewarnai ”Urban Garage Festival” malam itu.
Lirik-lirik yang mereka muntahkan lewat musik cadas ini sebagian besar mengecam sikap barbar Barat dan zionis Israel terhadap umat Islam di Palestina dan dunia Islam. Satu hal, mereka sangat membenci kemunafikan. Beberapa lirik mereka, ada yang terkesan ”utopia”, sebuah kerinduan tentang khilafah.
Juga lihatlah teaterikal yang diperlihatkan personil Purgatory dengan topeng ”monsternya” di atas panggung. Band metal mana  yang melafadzkan kalimah syahadat, selain yang satu ini. Asyhadualla, ilaaha illallah. Waasyhadu anna Muhammadarrasulullah. Nyeleneh? Tidak. Mereka tidak sedang melecehkan Islam. Inilah cara dakwah dan syiar Islam yang mereka  pahami. Bukan hanya syahadat, mereka mengajak fans yang hadir untuk bersholawat.
Yang menarik, Ombat, sang vokalis band Tengkorak, tak sungkan mengajak istrinya yang berjilbab bergabung di komunitas ini. Saat berinteraksi, Ombat, bukan sekadar growling (suara mengeram khas Metal), tapi layaknya dai yang berdakwah. Ia mengajak anak-anak muda untuk bangga sebagai muslim dan tidak meninggalkan shalat lima waktu. Bahkan ia mengajak komunitasnya untuk mengubah posisi tangan metal dengan telunjuk ke arah langit, sebagai simbol ketauhidan.
Awalnya mungkin ikut-ikutan, tapi kelak kesadaran baru itu tumbuh.  Ombat yakin, komunitas  metal muslim ini akan menjadi sebuah jamaah yang besar. ”Ini semua karena hidayah dari Allah. Sesama Muslim, sejatinya saling menasehati. Tak soal, jika bermula dari skala kecil lebih dulu. Jika berangkat dari yang besar, biasanya cepat tenggelam. Tapi kalau dipupuk, dari kecil hingga besar susah punahnya. Inilah tonggak awal, sejarah baru dari sebuah komunitas yang menjadikan Islam sebagai ideologi. Harus diakui, dulu kita pernah jadi korbannya, maka hari ini kita tunjukkan, kita metal, tapi tetap punya otak, punya akidah,” ujar lelaki botak yang berprofesi sebagai pengacara dari LBH Muslim ini.
Bagaimanapun, harokah Islam harus menghargai ”ijthad” anak-anak metal yang ingin menjadikan Islam sebagai pondasi mereka dalam bermusik. Apalagi, ketika sebagian uang dari setiap lembar tiket yang terjual dalam konser musik itu disumbangkan untuk perjuangan rakyat Palestina. Subhanallah. Siapa nyana, dibalik ruang yang pengap, masih ada yang menyerukan kebajikan, kendati dengan cara mereka sendiri. Tak terbayangkan, di sebuah komunitas underground, ada pelita yang menerangi jiwa-jiwa yang gelap. Ketika Islam menjadi nafas hidupnya, militansi mereka tak kalah dahsyat dengan aktivis harokah yang ada. Insya Allah.(sabili)

SUMBER WIROSOWEB.COM

ASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH “Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).” [QS.al-An'am/6: 116] Hanya karena kedangkalan ilmu agama maka manusia banyak tertipu oleh kelompok mayoritas, padahal jika manusia mengetahui tabiat manusia yang jelek pasti kalian menyesal telah mengikuti mereka.





Weekly Report (Pekan 1/Februari 2012) Ahmadinejad, Makar Syi’ah, dan Perang Akhir Zaman

 
M. Fachry

Weekly Report – Kagum dengan kepemimpinan Ahmadinejad? Terinspirasi dengan Revolusi Iran? Itulah makar Syi’ah dan tipuan Dajjal menjelang perang akhir zaman.

Sebagaimana karakter Dajjal penipu dan pendusta, maka para pengikutnyapun melakukan hal yang sama. Al Haq (kebenaran) disalahkan dan al bathil (kesesatan) dibela.

Di tangan Dajjal, air menjadi api dan api menjadi air, bersama Dajjal surga dan neraka, namun nerakanya adalah surga dan surganya adalah neraka.

Kaum Muslimin tidak boleh tertipu dengan penampilan “luar” Ahmadinejad yang memesona, tapi lihatlah “dalam”nya makar syi’ah sebagaimana tipu daya Dajjal di akhir zaman. Waspadalah!

Ahmadinejad, turunan Yahudi pembela Israel!
Mengapa banyak kaum Muslimin terkagum-kagum pada Ahmadinejad, pemimpin negara syi’ah Iran dan menganggapnya sebagai seorang pahlawan Islam?

Inilah salah satu keberhasilan tipu daya Dajjal menjelang akhir zaman. Fitnah Dajjal adalah fitnah terbesar sepanjang perjalanan hidup manusia di muka bumi sampai hari kiamat tiba.

Salah satu fitnah Dajjal yang “aneh” yang diciptakan Allah SWT., adalah melakukan penipuan dengan mengubah wujud seseorang.

Siapa menyangka, Ahmadinejad yang lahir pada 28 Oktober 1956 adalah keturunan Yahudi. Dia sebenarnya adalah “Sabourjian” yang berarti penenun dari Sabour, nama untuk selendang Tallit Yahudi di Persia.

Namanya berubah menjadi Ahmadinejad ketika dikonversi untuk memeluk Islam setelah kelahirannya.Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam tulisan berjudul “Hakekat Ahmadinejad: Mengungkap tabir hitam pemimpin syi’ah Ahmadinejad” seorang ahli yang berpusat di London Yahudi Iran mengatakan,

“Dia telah mengubah namanya karena alasan agama, atau setidaknya orangtuanya,” kata kelahiran Yahudi Iran yang tinggal di London itu . “Sabourjian dikenal sebagai nama Yahudi di Iran.”

Tipuan Dajjal berikutnya yang dijalankan para pengikutnya adalah dagelan atau sandiwara politik Iran melawan Amerika.

Umat Islam dikecoh dan diperdaya dengan mengesankan Ahmadinejad adalah pemimpin yang anti Amerika, anti Israel, dan membela Palistina. Semua itu adalah dusta, tipuan Dajjal menjelang akhir zaman.

Ahmadinejad, Syi’ah dengan kekuatan negara Iran, dibantu sekutu sejatinya, media-media Barat, telah menjalankan skenario Dajjal menipu umat Islam dengan membesar-besarkan Ahmadinejad, Syi’ah, dan Iran.

Sebagai bukti, ketika Ahmadinejad berpidato di Universitas Harvard, media-media Amerika langsung meliput dan menyiarkan langsung pidato tersebut.

Padahal selama ini tidak ada Presiden yang diperlakukan seperti itu, ujar Rizki Ridyasmara, mantan wartawan Sabili.

AS dan Iran, kata mantan aktivis kiri itu, saat ini hanyalah memainkan peran ‘polisi jahat’ dan ‘polisi baik’. Polisi Jahat, kata Rizki, dimainkan oleh AS sedangkan ‘Polisi Baik’ dimainkan oleh Iran. “Mereka seolah-olah mau perang, padahal sebenarnya ‘cincai’”.

Rizki berkesimpulan seperti itu setelah memaparkan panjang lebar tentang keberadaan dan konspirasi antara pasukan elit Syi’ah, Assassins (Hashyashyin), dengan pasukan Salib “Knights Templar”.

Menurut Rizki, sejak berdiri, masa berjaya, bubar hingga menyebar ke penjuru dunia, kedua jenis pasukan elit itu terus melakukan konspirasi.

“Banyak sejarawan Barat yang menuding di antara kedua sekte khusus pencabut nyawa ini sesungguhnya terjalin satu kerjasama dalam bentuk yang tersembunyi.

Salah satu yang memunculkan dugaan ini adalah Profesor Carole Hillenbrand, Guru Besar Studi Islam dan Bahasa Arab University Edinburgh, Skotlandia”, kata jurnalis spesialis investigasi itu.

Pengamat Syi’ah Prof DR.H.Mohammad Baharun, SH,MA mengaku heran, jika banyak umat Islam terkagum-kagum dengan Revolusi Iran.

Ia mempertanyakan, apakah benar Revolusi Iran itu Revolusi Islam? Kenyataannya, sejarah mencatat, Revolusi Iran justru memakan anak kandungnya sendiri. Revolusi tersebut mengorbankan ratusan manusia, mulai dari anak-anak, wanita, hingga orang tua.

Di bawah kepemimpinan Ahmadinejad, kaum Muslimin Sunni di Iran mengalami penderitaan yang belum pernah dialami sejak Revolusi Rafidi Khomeini.

Parahnya lagi, Ahmadinejad yang dianggap pahlawan Islam yang anti AS, ternyata secara terang-terangan menghina dua orang sahabat Rasulullah Muhammad SAW.

Pernyataan tersebut disampaikannya dalam sebuah acara televisi secara langsung di Shabaka 3, saluran televisi Iran, hanya beberapa hari sebelum pelaksanaan pemilu Iran.

Dalam acara itu, Ahmadinejad dengan lugas mengatakan bahwa Talhah dan Zubair adalah dua orang pengkhianat.

"Talhah dan Zubair adalah dua orang sahabat Rasul, tapi setelah kepergian Rasul, mereka berdua kembali kepada ajaran sebelumnya dan mengikuti Muawiyah!”

Kebohongan berikutnya Ahmadinejad adalah ketika mengatakan hapus peta Israel di dunia! Bagaimana mungkin, turunan Yahudi tersebut akan menghapus Israel?

Padahal, satu butir pelurupun tidak pernah ditembakkan Iran ke zionis Yahudi Israel, apalagi peluru kendali atau nuklir. Mustahil!

Apalagi sudah banyak bukti yang menjelaskan hubungan gelap antara Ahmadinejad dengan Israel. Seorang ulama Syiah mengatakan presiden Iran ingin menjalin “persahabatan dengan Israel,” .

Menurut ulama Syiah Mahmud Nubia, penasehat teras atas Ahmadinejad, Esfandiar Rahim Mashaei tiga tahun lalu menyatakan bahwa Iran harus memiliki “hubungan yang bersahabat” dengan Negara Yahudi.

Namun Ahmadinejad menahan diri dari persoalan ini di depan umum karena pemimpin tinggi Syiah Iran Ayatollah Ali Khamenei sangat keberatan dengan hal ini.

Menurut Husain Ali Hasyimi, dalam tulisannya, Al-Harbul Musytarakah Iran wa Israil bahwa sejak zaman Syiah Pahlevi, Iran telah menjalin hubungan perdagangan dengan Zionis Yahudi.

Dan hubungan dagang ini berkelanjutan hingga setelah revolusi Syiah yang dipimpin oleh Khumaini.Jadi, perlawanan semacam apa yang telah dilakukan Ahmadinejad kepada Amerika dan yahudi Israel?

Kalaulah memang Ahmadinejad serius melawan Amerika dan menjadikan Amerika sebagai musuh utamanya, mengapa tidak ada tindakan kongkrit darinya, misalnya dengan membantu puluhan ribu mujahidin Afghanistan yang saat ini sedang mengusir Amerika dan cengkraman zionis Israel?

Padahal, Afghanistan tidak jauh dari Iran, bahkan berbatasan langsung. Yang terjadi justru sebaliknya. Satu contoh saja, kita ketahui bersama hubungan Ahmadinejad dengan Nouri Al Maliki dekat sekali.

Padahal Nouri adalah kaki tangan Amerika dan Israel di Irak, dan musuh mujahidin Irak yang berada di Daulah Islam Irak. Jadi amat wajar jika spekulasi kemudian berkembang: apakah karena Nouri Al Maliki juga orang Syiah?

Bahkan 18 April lalu, lima belas orang tewas di Ahwaz, Iran oleh pasukan keamanan Iran didukung oleh milisi pakaian sipil.

Mereka melakukan serangan terhadap aksi demonstrasi dengan kekerasan yang menuntut hak bagi mayoritas etnis Arab di provinsi Khuzestan Iran yang berpenduduk mayoritas Sunni.

Kalaulah Iran masih menganggap Sunni adalah saudaranya kenapa harus dengan membunuh, bukankah lebih baik senjata itu diarahkan kepada musuh sebenarnya yakni Gedung Putih yang kini bercokol di Irak, Afghanistan, dan Palestina?

Hal ini semakin membuktikan bahwa Iran, yang tak lebih besar dari pada Iraq yang sudah digempur habis-habisan oleh AS dan sekutunya masih baik-baik saja.

Dalam artian, AS tidak pernah melakukan suatu tindakan yang nyata terhadap Iran. Karena semua itu adalah sandiwara dagelan politik belaka dan merupakan tipuan dari fitnah Dajjal di akhir zaman. Wallahu’alam bis showab!

Makar Syi’ah dan Perang Akhir Zaman
Kembali kepada Dajjal, sang pembawa fitnah akhir zaman. Dari sisi bahasa, makna Dajjal berarti banyak berdusta dan menipu. Siapa pun yang banyak berdusta dan menipu, ada pengikutnya ataupun tidak, maka dia adalah Dajjal.

Demikianlah yang diistilahkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang mereka. Beliau menjelaskan hal ini dalam banyak hadits seperti yang diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari rahimahullahu dalam dua tempat (no. 3340 dalam Kitabul Manaqib dan no. 6588 dalam Kitab Al-Fitan) dan Muslim rahimahullahu dalam dua tempat (no. 8 dalam Muqaddimah dan no. 5205 dalam Kitab Al-Fitan Wa Asyrathis Sa’ah) dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:

Tidak akan terjadi hari kiamat sehingga dua kelompok besar saling berperang dan banyak terbunuh di antara dua kelompok tersebut, yang seruan mereka adalah satu. Dan hingga dibangkitkannya para Dajjal lagi pendusta hampir 30 orang, semuanya mengaku bahwa dirinya Rasulullah, dicabutnya ilmu, banyak terjadi gempa, zaman berdekatan, fitnah menjadi muncul, banyak terjadi pembunuhan, berlimpah ruahnya harta di tengah kalian sehingga para pemilik harta bingung terhadap orang yang akan menerima shadaqahnya. 

Sampai dia berusaha menawarkannya kepada seseorang namun orang tersebut berkata: ‘Saya tidak membutuhkannya’; orang berlomba-lomba dalam meninggikan bangunan. Ketika seseorang lewat pada sebuah kuburan dia berkata: ‘Aduhai jika saya berada di sana’; terbitnya matahari dari sebelah barat dan apabila terbit dari sebelah barat di saat orang-orang melihatnya, mereka beriman seluruhnya (maka itulah waktu yang tidak bermanfaat keimanan bagi setiap orang yang sebelumnya dia tidak beriman atau dia tidak berbuat kebaikan dengan keimanannya).”

Dari keterangan di atas jelaslah bahwa kata Dajjal sering dipakai untuk menamai seseorang yang banyak berdusta dan banyak menipu umat.

Para dedengkot kesesatan yang memproklamirkan diri sebagai nabi setelah Rasulullah SAW., adalah para Dajjal.

Sedangkan apabila disebutkan Dajjal secara mutlak, tanpa keterangan tambahan, maka tidak ada yang tergambar dalam benak setiap orang melainkan Ad-Dajjal Al-Akbar (yang terbesar).

Yang akan muncul di akhir zaman sebagai tanda dekatnya hari kiamat dengan sifat-sifat yang sudah jelas sebagaimana dijelaskan Rasulullah SAW.

Makar Syi’ah yang paling dahsyat di akhir zaman dan kini mulai terungkap adalah kerjasamanya dengan Amerika dalam Perang Salib

Artinya, diwaktu para mujahidin berusaha untuk bergabung dari seluruh penjuru dunia Islam dan menyatukan barisan mereka dalam menghadapi pasukan Zionis Salibis, Syi’ah malah berkhianat, membuat makar untuk menghantam kaum Muslimin.

Dalam buku “Fakta-Fakta Sewindu Perang Salib Baru” Syekh Aiman Azh-Zhawahiri (hfz) mengungkap hakikat Syiah dan perannya membantu Amerika dalam Perang Salib.

“Hal itu terus terjadi, hingga menjadi lebih buruk lagi dengan memberikan fasilitas kepada pasukan Amerika untuk menyerang Iraq dan Afghanistan.

Kemudian memberikan bantuan kepada kedua pemerintahan bonekanya dengan mengakui eksistensinya, mengusir Syekh Hikmaktyar-semoga Allah menjaganya-dari Iran ketika Karzai menyebutnya sebagai pengkhianat.

Kemudian dia menggunakan kekuasaannya dengan sikap kooperatif bersama pemerintahan boneka Iraq untuk memerangi mujahidin lalu lari pada hari peperangan dengan melarang dakwah menuju jihad melawan Amerika di Iraq dan Afghanistan.

Sebelumnya telah saya sebutkan bahwa pemerintahan Iran memberikan bantuan kepada Ahmad Syah Mas’ud yang telah diakui oleh Amerika secara resmi sebagai anteknya, di dalam laporan konggres setelah kejadian 11 September.”

DR. Abdullah An Nafisi menjelaskan politik Iran : “Iran bertanggung jawab atas hal itu, karena Iran di antara dua isu, isu membuka diri yaitu isu Islam dan isu umum yaitu isu anti Amerika, anti Israel dan seterusnya.

Ini sudah mafhum dan dapat diterima. Akan tetapi isu berkaitan rakyat Iran sebenarnya memiliki isu lain : isu kekuasaan, isu kontrol, isu penugasan Syiah di Iraq.

Aku tidak percaya bahwa rencana Iran adalah rencana Syiah selamanya. Bukan! Itu adalah rencana Persia di dalam negeri Iraq (nasionalisme). Ya, menugaskan Syiah di Iraq demi kemaslahatan rencana Persia Iran.”

Kalau begitu, Syi’ah adalah ancaman paling nyata di akhir zaman. Perkembangan demi perkembangan, khususnya di Timur Tengah semakin memantapkan bahaya dan ancaman besar Syi’ah dan Iran.

Sejarah akan berulang. Jika di masa lalu, persaingan laten terjadi antara Arab dan Persia, hari ini, sejarah berulang.

Orang-orang Arab yang diwakili oleh Arab Saudi dan Persia diwakili oleh Iran. Iran, alias Syi’ah, sejak dahulu, selalu menjadi penyebab utama masalah, Syi’ah ditakdirkan untuk menjadi lahan subur bagi perluasan berbagai penyimpangan dan kejahatan.

Ini tidak mengherankan dalam sejarah Persia, mereka paling sering melibatkan  diri dan selalu saling kooperatif dengan orang-orang Zionis-Yahudi, Israel.

Sebagaimana dalam “Antara Syi’ah, Barat, dan Jihad Global”, dijelaskan bahwa Iran dengan Syi’ahnya saat ini berada dalam zaman keemasan.

Sejak berhenti melancarkan perang melawan Irak di 80-an, konsentrasi prakteknya hanya menyebarkan pengaruh melalui ajaran-ajarannya ke seluruh daerah, bahkan dunia.

Iran dengan Syi’ahnya yang akan terus mengepakkan sayapnya ke sejumlah wilayah di Timur Tengah dan Afrika Utara untuk menanamkan hegemoninya.

Era pergolakan dan hasil sesudahnya, dalam bentuk keterbukaan, dapat dimanfaatkan untuk potensi penuh oleh Iran, pada saat negara-negara regional lainnya yang mayoritas Sunni sibuk dengan bisnis mereka sendiri.

Sementara itu, Ketika Al-Qaeda dan para aktivis jihad global sedang diuji dalam hal ketahanan mereka, dengan memerangi melawan negara adidaya dunia – Amerika – di beberapa tempat sekaligus, Syi’ah dengan dukungan Iran sudah menggeliat dan siap menunggu menjadi musuh berikutnya.

Peperangan antara aktivis jihad global yang saat ini diwakili oleh Al Qaeda tidak bisa dihindari berhadapan dengan Syi’ah Iran yang menjadi antek dan kaki tangan Amerika beserta sekutu-sekutunya dalam perang salib.

Hal ini mengingat tujuan utama Iran sebenarnya adalah mencari pengaruh politik di manapun yang memungkinkan.

Syekh Aiman menjelaskan kondisi Lebanon setelah terjadi perang dengan Israel :

“Ketika terjadi perang di Lebanon yang mampu meraih eksistensi politik bagi pengikutnya, maka mereka ikut berperang dan ketika pasukan internasional menyanggupi untuk menjaga keberadaan politik dan militer mereka maka mereka menyetujui pasukan internasional menjajah Lebanon. Mereka juga setuju menggunakan cara kekerasan bagi Palestina, dimana Hassan Nashrullah mengaku sudah begitu lama berusaha untuk membebaskannya, akan tetapi sekarang dia menghindar darinya.

Dan ketika bersepakat dengan Amerika dan mengakui akan pemerintahan mereka serta kerjasama dalam pemerintahan dan menghentikan jihad kaum Muslimin, serta berperang dibawah Salib mereka, mewujudkan sikap politik mereka di Iraq dan selalu berusaha mencarinya, mereka berkerjasama dengan Amerika dan berperang di bawah Salib mereka.”

Pasukan Panji Hitam, Generasi Yang Dijanjikan
Perang akhir zaman, atau Al Malhamah Al Kubro, akan terjadi antara pasukan Al Mahdi yang sering disebut sebagai pasukan panji hitam,  berhadapan dengan pasukan Dajjal yang dibantu sekutu-sekutunya.

Dalam sebuah riwayat tentang Thaifah manshurah disebutkan, 

Akan senantiasa ada sekelompok umatku yang berperang di atas kebenaran. Mereka meraih kemenangan atas orang-orang yang memerangi mereka, sampai akhirnya kelompok terakhir mereka memerangi Dajjal.” (HR. Abu Daud: Kitab al-jihad no. 2125, Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 1959.)

Riwayat tersebut menjelaskan bahwa di akhir zaman, kelompok Thaifah Manshurah adalah mereka yang bergabung dengan Al-Mahdi untuk memerangi musuh-musuh Islam, dimana Dajjal adalah salah satu yang akan dikalahkan oleh kelompok ini.

Parameter kebenaran saat itulah adalah mereka yang bersama Al-Mahdi, sedang mereka yang menolak Al-Mahdi adalah munafik (hal itu sebagaimana yang telah dijelaskan dalam hadits fitnah duhaima’).

Sedangkan kelompok Thaifah Manshurah yang memberikan dukungan kepada Al-Mahdi telah dijelaskan ciri-ciri mereka dalam beberapa riwayat yang kemudian dikenal dengan nama Ashabu Rayati Suud atau Pasukan Panji Hitam dari Khurasan.

Lalu siapakah mereka yang disebut sebagai Pasukan Panji Hitam? Apakah mereka semua itu adalah aktivis jihad global yang tergabung dalam Al Qaeda, dan juga Taliban?

Tidak bisa dipungkiri, aktivitas jihad global saat ini yang diprakarsai oleh Al Qaeda dalam melawan hegemoni Amerika, dan antek-anteknya, termasuk kelompok sesat dan pengkhianat Syi’ah telah membuat gentar Barat dan sekutu-sekutu mereka.

Cita-cita mereka juga mencengangkan, menegakkan negara Islam, Khilafah Islamiyyah, dari ujung Asia Tenggara hingga barat Maroko.

Mereka adalah kaum Muslimin yang saat ini paling kuat melaksanakan hukum Islam sebagaimana yang pernah berlaku di Madinah pada masa Rasulullah SAW.

Merekalah satu-satunya kelompok yang paling mendekati gambaran kehidupan Rasulullah SAW., dan para sahabatnya;

Beriman, hijrah, perang, mendirikan daulah Islam, melaksanakan semua kewajiban tanpa terkecuali, mendapat boikot dan kecaman internasional, mendapat ujian paling berat dan menyatakan keimanannya, dikepung oleh pasukan ahzab dan banyak lagi sejarah kehidupan generasi assabiqunal awwalun yang hari ini tergambar dalam realitas hidup mereka.

Beberapa analis pemerhati hadits-hadits fitnah menduga; bahwa merekalah yang lebih layak untuk menyandang gelar kehormatan itu (Ath Thoifah Al Manshurah) sesuai dengan beratnya ujian keimanan yang mereka hadapi.

Saat ini, Al-Qaeda dan seluruh anasirnya yang sangat komitmen menegakkan semua bentuk syari’at Islam dalam masyarakatnya sangat wajar bila dibenci oleh bangsa Barat.

Termasuk sebagian kaum Muslimin yang termakan oleh isu dan propaganda bangsa barat yang dibisikkan Dajjal tentang “kekejian dan kejahatan” mereka.

Padahal, bukan tidak mungkin, tanpa bermaksud memastikan, aktivis jihad global yang dijalankan oleh Al Qaeda dan Mujahidin lainnya tersebutlah yang dimaksud sebagai Pasukan Panji Hitam dari Khurasan.

Yang dijanjikan kelak akan menjadi pasukannya Al Mahdi, lalu memerangi Dajjal dan para pengikutnya dalam Perang Akhir Zaman (Al Malhamah Al Kubro). Wallahu’alam bis showab!

Semoga bermanfaat.