Bersimbah Darah Launching Album di BDF #5
INILAH salah satu alasan kenapa kita tidak boleh melewatkan hajat Bandung Death Fest edisi kelima. Ada empat band luar kota yang bakal menebar kehangatan di Stadion Angkasa, Lanud Sulaeman, Minggu (27/11).
Salah satunyaBersimbah Darah dari Bali. BDF #5 dipastikan jadi ajang persinggungan massal perdana buat Bersimbang Darah dengan scene Bandung Underground. Dan pada kesempatan pertama ini mereka berjanji menyuguhkan sesuatu yang sangat istimewa. Kebetulan mereka baru saja merampungkan album perdana yang diberi titel Land of Terror. Bersimbah Darah berniat menjadikan BDF #5sebagai momen untuk launching Land of Terror. launching Land of Terror sendiri baru rampung digarap. Proses rekaman album ini dilakukan di Herzklang Studio sejak Juni sampai September 2011. Sebuah rentang waktu yang cukup lama untuk proses take materi. Maklum, Bersimbah Darah melakukannya dengan santai menyesuaikan dengan waktu masing-masing personel. Proses mixing dan mastering sepenuhnya dipercayakan kepada Moel Madness, pemilik Herzklang Studio, yang selama ini terlibat pula dalam banyak proyek band metal tanah air seperti Siksa Kubur, Catharsis, Invictus, dan sederet band lain. Sementara untuk urusan artwork, launching Land of Terror dipercayakan kepada ilustrator asal Kalimantan Barat, Ronny Overhate. Terdapat 14 lagu dalam launching Land of Terror, termasuk satu lagu cover milik legendaris grindcore Terrorizer berjudul Dead Shall Rise. Ditambah intro dan outro, total ada 16 materi dalam album ini. Land of Terror sangat kental menyuguhkan aroma grindcore, dengan selipan nuansa deathmetal. Untuk album perdana mereka, Bersimbah Darah menyinggung banyak hal mulai lingkungan sekitar, pembodahan, atau konflik antarmanusia. Untuk wilayah Indonesia, album launching Land of Terror dirilis dan didistribusikan oleh No Label Records. Di samping itu, Land of Terror bakal dirilis juga di Amerika, Eropa, dan Asia di bawah panji Sevared Records. “Beruntunglah Bandung karena kita akan secara resmi merilis album launching Land of Terror di panggung Bandung Death Fest #5,” ujar Rico Anarcho, vokalis sekaligus gitaris Bersimbah Darah.
Salah satunyaBersimbah Darah dari Bali. BDF #5 dipastikan jadi ajang persinggungan massal perdana buat Bersimbang Darah dengan scene Bandung Underground. Dan pada kesempatan pertama ini mereka berjanji menyuguhkan sesuatu yang sangat istimewa. Kebetulan mereka baru saja merampungkan album perdana yang diberi titel Land of Terror. Bersimbah Darah berniat menjadikan BDF #5sebagai momen untuk launching Land of Terror. launching Land of Terror sendiri baru rampung digarap. Proses rekaman album ini dilakukan di Herzklang Studio sejak Juni sampai September 2011. Sebuah rentang waktu yang cukup lama untuk proses take materi. Maklum, Bersimbah Darah melakukannya dengan santai menyesuaikan dengan waktu masing-masing personel. Proses mixing dan mastering sepenuhnya dipercayakan kepada Moel Madness, pemilik Herzklang Studio, yang selama ini terlibat pula dalam banyak proyek band metal tanah air seperti Siksa Kubur, Catharsis, Invictus, dan sederet band lain. Sementara untuk urusan artwork, launching Land of Terror dipercayakan kepada ilustrator asal Kalimantan Barat, Ronny Overhate. Terdapat 14 lagu dalam launching Land of Terror, termasuk satu lagu cover milik legendaris grindcore Terrorizer berjudul Dead Shall Rise. Ditambah intro dan outro, total ada 16 materi dalam album ini. Land of Terror sangat kental menyuguhkan aroma grindcore, dengan selipan nuansa deathmetal. Untuk album perdana mereka, Bersimbah Darah menyinggung banyak hal mulai lingkungan sekitar, pembodahan, atau konflik antarmanusia. Untuk wilayah Indonesia, album launching Land of Terror dirilis dan didistribusikan oleh No Label Records. Di samping itu, Land of Terror bakal dirilis juga di Amerika, Eropa, dan Asia di bawah panji Sevared Records. “Beruntunglah Bandung karena kita akan secara resmi merilis album launching Land of Terror di panggung Bandung Death Fest #5,” ujar Rico Anarcho, vokalis sekaligus gitaris Bersimbah Darah.
Sumber : bandung-underground.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar