Kamis, 07 Juni 2012

METAL DI INDONESIA MENJADI PERHATIAN DI MATA DUNIA





METAL DI INDONESIA MENJADI PERHATIAN DI MATA DUNIA 


    Kieran James seorang dosen dari University of Southern Queensland Autralia ini melakukan perjalanannya yang kedua kalinya ke Indonesia setelah yang pertama di tahun 2010 lalu. Pada kunjungan kali ini, dirinya melanjutkan penelitiannya mengenai pergerakan sub kultur terlebih punk dan metal di kota-kota di Indonesia. Yogyakarta menjadi salah satu kota yang dikunjunginya pada kesempatan kali ini. Kieran James menyaksikan gelaran Hellnations 2011 yang diselenggarakan Jogjakarta Corpse Grinder, Minggu (16/10).
Redaksi jogjanews.com melakukan perbincangan dengan Kieran James di sela-sela dirinya melakukan observasi dan pengumpulan data-data untuk proyek dokumentasinya yang akan dinamai Indonesian Metalheads tersebut.

Bisa diterangkan proyek Indonesia Metalheads itu seperti apa?
Proyek yang saya sedang lakukan adalah membuat kumpulan dokumentasi pergerakan sub kultur underground khususnya pada musik metal di Indonesia. Proyek ini akan dikompilasikan dalam format buku yang berisi teks, foto dan data-data visual seperti poster, review dan jurnal-jurnal.
Akan dirilis dalam versi dua bahasa. Dan juga akan diupload melalui website resmi agar teman-teman yang tidak membeli buku tersebut dapat mengakses secara digital.

Apa dorongan dan latar belakang pengerjaan proyek buku Indonesian Metalhead?
Indonesia adalah negara di Asia Tenggara dengan jumlah metal head yang sangat massif. Selain itu Indonesia memiliki band-band metal dengan berbagai genre dan kualitas musikalitas yang sangat baik.
Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya band metal di Indonesia yang telah berkolaborasi dengan band internasional, dirilis oleh record label internasional dan bahkan melakukan tour ke luar negeri. Band-band asing juga selalu memiliki kesan positif dan antusias ketika mengadakan tour ke negeri ini. Di negeri saya, sebuah band metal tidak memiliki fans yang massif seperti yang terjadi di Indonesia.
Kedua, saya melihat bahwa masyarakat Indonesia mengalami pemetaan sosial dan musikalitas yang sangat signifikan. Bahkan bisa dikatakan bahwa komunitas metal di Indonesia tidak menyadari bahwa keberadaan mereka menjadi perhatian masyarakat Internasional. Terburuknya sendiri saya mendengar bahwa musik dan pergerakan subkultur metal di Indonesia dinilai sebagai sesuatu yang berada di daerah yang tidak strategis dan marjinal.

Kajian dalam buku Indonesian Metalhead seperti apa?
Sebagai seorang pengajar dan akademisi, proyek ini saya kerjakan dalam rangka keperluan empiris. Kajian yang saya gali adalah sosial antropologi. Manusia adalah obyek sekaligus aspek penting dalam proyek ini. Studi kasus yang saya lakukan ada pada dua kota yaitu Bandung dan Yogyakarta.

Bagaimanan proses pengumpulan datanya?
Data yang saya pakai dalam proyek ini adalah data primer dan data sekunder. Itu mengapa interview dan penelitian langsung sangat sering saya lakukan. Melakukan pengamatan secara candid merupakan favorit saya, hahaha.

Kapan buku ini akan rilis?
Buku ini direncanakan dirilis pada awal tahun depan di Indonesia. Distribusinya akan dilakukan secara kolektif melalui jaringan komunitas. Melalui proyek ini harapan Saya adalah masyarakat Indonesia menjadi bangga terhadap potensi dan dinamika sosial masyarakatnya dan mampu mencermati gejala-gejala sosial terutama pada komunitas metal secara lebih mendalam. (Jogjanews.com/Nilu)

Tidak ada komentar: